Mengapa Olahraga High Intensity Membutuhkan AED?

Mengapa Olahraga High Intensity Membutuhkan AED?

21 July 2026

Popularitas olahraga high intensity seperti Hyrox terus naik daun di Indonesia. Seorang pemuda berinisial RI telah megalami aritmia (detak jantung tidak normal) akibat olahraga intensitas tinggi. Beliau mengatakan bahwa ia sempat diberikan kejut jantung menggunakan ZOLL AED X-Series yang dianjurkan oleh tim medis Hyrox dan nyawanya berhasil diselematkan. 

Kejadian yang lebih tragis pernah menimpa atlet bulu tangkis muda asal Tiongkok, Zhang Zhi Jie (17). Pemuda ini kolaps di lapangan saat bertanding di Badminton Asia Junior Championships 2024 di Yogyakarta. Telah dinyatakan bahwa Ia terlambat mendapat pertolongan di tempat sebelum dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. 

Dua kasus ini menunjukkan hal yang sama, insiden henti jantung mendadak bisa terjadi kapan saja saat olahraga berat berlangsung, dan respons tepat dan cepat sangat menentukan keberlangsungan hidup. Yuk simak kenapa AED jadi alat yang wajib ada di tempat olahraga intensitas tinggi. 

Apa Itu Olahraga Intensitas Tinggi? 

Olahraga intensitas tinggi adalah jenis latihan fisik yang dilakukan dalam waktu tertentu (bisa 30 menit, dan bisa lebih lama), namun menuntut kerja jantung dan otot secara maksimal. Jenis olahraga ini banyak dipilih orang dengan jadwal padat yang tetap ingin menjaga kebugaran tubuh secara efisien. 

Contoh olahraga intensitas tinggi antara lain latihan beban tubuh, lari cepat, crossfit, dan latihan cardio interval. Hyrox dan bulu tangkis kompetitif termasuk dalam kategori ini karena sama-sama menuntut daya tahan atau endurance tubuh dalam durasi yang cukup lama. Karena bebannya berat, kegiatan seperti ini sebaiknya selalu didampingi tim medis yang siap siaga menghadapi kondisi darurat. 

Kenapa Harus Ada AED di Tempat Olahraga Intensitas Tinggi? 

Aktivitas fisik berat, baik di gym, kompetisi, maupun olahraga berat, dan ekstrim dapat meningkatkan risiko sudden cardiac arrest atau SCA. Menurut American Heart Association, aktivitas fisik intens yang dilakukan mendadak pada orang yang belum terlatih dapat meningkatkan risiko kejadian jantung akut. Bahkan atlet yang tampak sehat pun tetap berisiko mengalami SCA karena kondisi ini seringkali tidak menunjukkan tanda peringatan yang jelas. 

Masalahnya, SCA bisa terjadi tanpa gejala awal yang jelas dan membutuhkan penanganan dalam hitungan menit. Setiap menit yang berlalu tanpa defibrilasi bisa menurunkan peluang selamat seseorang secara signifikan. Inilah alasan program Public Access Defibrillation atau PAD menjadi penting, program ini menempatkan AED di lokasi publik agar bisa langsung digunakan siapa saja saat kondisi darurat terjadi. 

Menunggu tim medis dan ambulans datang seringkali memakan waktu terlalu lama di tengah macetnya kota Jakarta – Sementara bantuan hidup korban henti jantung memiliki golden time selama 10 menit saja.  

Rekomendasi AED untuk Orang Awam 

ZOLL AED Plus dikenal sebagai salah satu unit yang mudah digunakan bahkan oleh orang tanpa latar belakang medis. Alat ini memberikan panduan suara dan visual secara real time supaya penolong pertama tetap tenang saat menghadapi situasi darurat. 

Fitur utamanya meliputi: 

  • Real CPR Help yang memandu kedalaman dan kecepatan kompresi dada
  • Panduan suara otomatis yang jelas dan mudah diikuti
  • Desain tahan lama yang cocok dipakai di area publik
  • Elektroda satu bagian yang memudahkan pemasangan cepat
  • Baterai dengan masa pakai panjang hingga beberapa tahun tanpa perawatan rumit 

Kesimpulan 

Kasus di dunia olahraga membuktikan bahwa SCA bisa terjadi kapan saja, bahkan pada individu yang terlihat sehat sekalipun. Kehadiran AED di tempat olahraga intensitas tinggi bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar untuk menyelamatkan nyawa. 

Jika Anda ingin menyediakan AED berkualitas seperti ZOLL AED Plus untuk gym, tempat kompetisi, atau fasilitas olahraga lainnya, Anda bisa menanyakan penawaran harga kepada info@kurniateknologi atau di whatsapp ini! Selalu jaga pola hidup dan jaga kesehatan. 

Referensi

  1. American Heart Association. (2024). Sudden cardiac arrest. heart.org
  2. Avive AED. (2024). AEDs in gyms, essential guide to fitness facility safety. avive.life
  3. BBC Indonesia. (2024). Kematian pebulu tangkis Zhang Zhijie jadi tamparan bagi Indonesia, penanganan cepat apa yang harus dilakukan? bbc.com
  4. Indopos. (2026). Tren Hyrox meningkat di Indonesia, dokter ingatkan risiko cedera bagi peserta yang ikut karena FOMO. koranindopos.com
  5. KlikDokter. (2026). Risiko Hyrox bagi pemula, bisa bikin jantung kolaps. klikdokter.com
  6. South China Morning Post. (2024). Chinese teenage badminton player dies after collapsing during tournament in Indonesia. scmp.com
  7. The Jakarta Post. (2024). Chinese badminton player Zhang died of cardiac arrest. thejakartapost.com

Contact Us

PT. Kurnia Teknologi Indonesia Jl. Griya Agung No.47 RT.2/RW.20, Sunter Agung Tj. Priok Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14350
info@kurniateknologi.com
021 658 38222

Search